Rabu, 12 Juni 2013

Evaluasi Buku Teks



TUGAS PRIBADI
EVALUASI BUKU TEKS
Makalah
Ditulis Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Evaluasi Buku Teks
Dosen : Dr. Yonas Muanley, M.Th
Oleh:
ROIDA SILALAHI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, bahwa tugas makalah Evalualuasi PAK., meskipun banyak kelemahan dan kekurangan yang terjadi dalam makalah ini, tetapi sangat diharapkan bahwa isi dari makalah ini  dapat memperluas wawasan maksud dan tujuan dari penulis makalah ini tidak lain untuk memenuhi tugas kewajiban  mata kuliah Evaluasi PAK serta merupakan tanggung jawab penulis pada tugas yang diberikan.
Tujuan penulisan tugas makalah ini di buat sebagai salah satu syarat kelulusan dari mata kuliah Filsafat Ilmu. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka penulisan tugas makalah ini tidak akan lancar. Oleh karena itu  penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dosen Evaluasi PAK Dr.Yonas Moanley dan. Rekan – rekan guru SMK N 51 Jakarta, rekan – rekan STT REM dan Keluarga besar penulis, terimakasih atas doa dan dukungan yang membuat penulis tetap semangat
Akhir kata semoga tugas makalah pada mata kuliah Evaluasi PAK ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.


                                                                          Jakarta, 22 mei 2013
                                                                            Penulis
                        

                                                                    Roida Silalahi, S.PAK


            EVALUASI BUKU TEKS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara definitif buku teks adalah sarana belajar yang digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran. (Buckingham, 1958 :1523). Dalam proses belajar mengajar di sekolah, buku teks dapat menjadi  pegangan guru dan siswa yaitu sebagai referensi utama atau menjadi buku suplemen/tambahan. Di dalam kegiatan belajar, siswa tak sebatas mencermati apa-apa saja yang diterangkan oleh guru. Siswa membutuhkan referensi atau acuan untuk menggali ilmu agar pemahaman siswa lebih luas sehingga kemampuannya dapat lebih dioptimalkan. Dengan adanya buku teks tersebut, siswa dituntun untuk berlatih, berpraktik, atau mencobakan teori-teori yang sudah dipelajari dari buku tersebut. Oleh karena itu, guru harus secara cerdas menentukan buku ajar karya siapa yang akan digunakan di dalam pembelajaran. Karena, pada saat guru tepat menentukan buku ajar terbaik, hal tersebut akan berpengaruh besar di dalam proses pembelajaran nantinya.
Saat ini, pemerintah telah memberikan suatu kebijakan berupa disediakannya buku sekolah elektronik (BSE). Siswa ataupun guru dapat mengunduh buku tersebut secara gratis. Pemerintah membeli buku-buku dari penulis buku ajar yang telah lolos seleksi standardisasi buku teks yang telah ditetapkan.
            Buku ajar yang baik memiliki kriteria tertentu atau standar tertentu seperti tentang relevansinya dengan kurikulum yang sedang berlaku saat ini, kesesuaian metode dengan materi yang disampaikan, isi buku atau sudut keilmuannya yaitu apakah teori-teori yang digunakan di dalam penulisan buku ajar ini sudah sesuai atau belum, dsb. Oleh karena itu, perlu diadakannya analisis terhadap buku teks tersebut, dalam hal ini BSE apakah BSE tersebut telah benar-benar memenuhi kriteria buku teks yang baik.
BAB II
PEMBAHASAN
Menurut Tarigan dalam Telaah Buku Bahasa Indonesia (1986: 86) konsep-konsep yang digunakan dalam suatu buku teks harus jelas, tandas. Keremang-remangan dan kesamaran perlu dihindari agar siswa atau pembaca juga jelas pengerian, pemahaman, dan penangkapannya.
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konsep adalah rancangan, ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Melihat dua penjelasan tersebut, maka konsep-konsep yang terdapat di dalam buku teks memang harus jelas.
Menurut KBBI ilustrasi adalah gambar (foto, lukisan) untuk membantu memperjelas isi buku, karangan, dsb; gambar, desain, atau diagram untuk penghias (halaman sampul dsb); (penjelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dsb untuk lebih memperjelas paparan (tulisan, dsb).
                                                                                                                                    Walaupun sifatnya hanya berupa tambahan, llustrasi mempunyai peranan cukup penting di dalam buku teks. Seseorang tertarik membaca bisa saja dikarenakan gambar-gambar atau ilustrasi yang ada di dalam buku tersebut. Siswa menjadi lebih tertarik membaca dan termotivasi untu mengikuti intruksi-intruksi di dalam buku. Hal ini bisa dikaitkan dengan karakter buku teks yang baik lainnya yaitu menarik minat dan menumbuhkan motivasi.
1.PENGERTIAN DAN MANFAAAT BUKU TEKS
Salah satu jenis evaluasi menurut objeknya adalah evaluasi materil yang di pergunakan untuk kegiatan tertentu, dalam bidang pendidika, objek jenis evaluasi adalah semua perangkat keras dan perangkat lunak yang dipergunakan proses belajar dan mengajar baik dikelas maupun diluar kelas .
Buku standar untuk mempelajari mata pelajaran tertentu , buku teks perlu di evaluasi secara sistematis dan berkelanjutan . Evaluasi berkelanjutan terdiri dari mengevaluasi buku teks yang akan di pakai  di kelas dan evaluasi buku teks yang akan dipakai disekolah tertentu di masa lalu. Pada setiap tahun ajaran baru  ajaran baru para guru mata pelajaran harus memiliki buku teks yang akan dipergunakanuntuk mengajar mata pelajaran yang diampuh. Pemilihan buku tersebut dilakukan melalui evaluasi buku-bukuyang ada di pasar buku. Untuk membantu sekolah dalam memilih buku teks diberbagai Negara, kementrian, Departemen atau lembaga yang terkait dengan pendidikan melakukan evaluasi buku-bukuteks yang diterbitkan oleh para penerbit komersil. .
                                                                                                                           Hasilnya adalah lima sampai sepuluh buku teks mata pelajaran tertentu, dan buku tersebut kemudian diberikan kepada kepala sekolah dan guru untuk dipilih salah satu diantaranya untuk dipergunakan mengajar
2.Pengertian Evaluasi
Pengukuran, penilaian dan evaluasi merupakan kegiatan yangbersifat hierarki. Artinya ketiga kegiatan tersebut dalam kaitannya denganproses belajar mengajar tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan dalampelaksanaannya harus dilaksanakan secara berurutan.
        Pengukuran dapat diartikan dengan kegiatan untuk mengukursesuatu. Pada hakekatnya, kegiatan ini adalah membandingkansesuatu dengan atau sesuatu yang lain (Anas Sudijono, 1996: 3) Jikakita mengukur suhu badan seseorang dengan termometer, ataumengukur jarak kota A dengan kota B, maka sesungguhnya yangsedang dilakukan adalah mengkuantifikasi keadaan seseorang atautempat kedalam angka. Karenanya, dapat
dipahami
bahwa pengukuranitu bersifat kuantitatif.Menurut Mardapi (2004: 14) pengukuran pada manusia seperti kognitif, afektif danpsikomotor dirubah menjadi angka. Karenanya, kesalahan dalammengangkakan aspek-aspek ini harus sekecil mungkin. Kesalahanyang mungkin muncul dalam melakukan pengukuran khususnyadibidang ilmu-ilmu sosial dapat berasal dari alat ukur, cara mengukurdan obyek yang diukur. dasarnya adalahkegiatan penentuan angka terhadap suatu obyek secara sistematis.Karakteristik yang terdapat dalam obyek yang diukur ditransfermenjadi bentuk angka sehingga lebih mudah untuk dinilai. aspek-aspek yang terdapat dalam diri Pengukuran dalam bidang pendidikan erat kaitannya dengan tes.                                                                                                               4
Hal ini dikarenakan salah satu cara yang sering dipakai untukmengukur hasil yang telah dicapai siswa adalah dengan tes. Selaindengan tes, terkadang juga dipergunakan nontes. Jika tes dapatmemberikan informasi tentang karakteristik kognitif dan psikomotor,maka nontes dapat memberikan informasi tentang karakteristik afektif obyek.
3.PERENCANAAN EVALUASI
            Evaluasi buku teks dimulai dengan penyusunan rencana evaluasi yang terdiri dari langkah- langkah sebagai berikut : menyusun tim evaluator  , menyusun kriteria evaluasi, menyusun desaein evaluasi , menjaring dan menganalisis data.
1.    Pakar dalam bidang ilmu tertentu. Contoh buku teks sejarah : untuk mengevaluasi buku teks sejarah diperlukan sejarawan, untuk mengevaluasi buku teks matematika diperlukan pakar matematika dan sebagainya.
2.    Pakar bidang studi, para guru bidang studi perlu diikut sertakan karena merekalah yang akan menggunakan buku teksuntuk menggunakan pembelajaran mata pelajaran yang diampunya.
3.    Pakar pendidikan dan pisikologi, kedua pakar tersebut diperlukan untuk menentukan tujuan pendidika dan pengaruh materi yang diajarkan terhadap perkembangan kecerdasan, psikolog, dan prilaku anak sebelum dan setelah mempelajari materidalam buku teks.
4.    4 Pakar bahasa, bahasa yang dipergunakan harus sesuai dengan bahasa yang Indonesia dan dalam mengevaluasibuku teks diperlukan pakar bahasa untuk mengevaluasi bahasa yang dipergunakanbuku teks.

5
5.    Pakar perbukuan, diperlukan dalam evaluasi buku teksuntuk menilai keterbacaan buku dalam pengertian jenis kertas, jenis dan ukuran huruf, ilustrasi dan gambardan teknik penjilitannya.
6.    Pustakawan, merupakan profesi yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam bidang perbukuan .
7.    Information technology specialist. Departemen pendidikan nasional repoblik Indonesia membuat trobosan dengan menerbitkan buku teks elektronik ( E-TEKS BOOK) dengan biaya puluhan milliar rupiah, untuk mengevaluasinya diperlukan pakar information teknologi.
                          Jenis anggota tim evaluasi buku teks tergantung cakupan evaluasi , jika evaluasi hanya mengevaluasi buku teks yang dipakai di satu sekolah, anggota timnyamungkin hanya beranggotakan kepala sekolah, guru kurikulum, guru mata pelajaran dan pustakawan. Sedangkan jika cakupan evaluasinya berbagai buku teks yang akan dipakai oleh sekolah-sekolah di seluruh Negara anggota timnya dapat ketujuh pakar tersebut.
4. Tujuan evaluasi
                        Evaluasi kurikulum dirancang dan dilaksanakan dengan tujuan :
1.    Menentukan buku teks yang akan  dipakai secara nasional dan local.
2.    Menilai buku teks yang sedang dipakai , tujuanya untuk mengetahui apakah isi buku teks tersebut masih sesuai dengan kurikulum dan perkembangan ilmu pengetahuan .
6
3.    Menilai manfaat buku teks elektronik. Asumsi penulis buku ini buku teks elektronik yang di kembangkan oleh kementrian pendidikan nasional kurang diminati oleh para guru, asumsi tersebut di dasarkan atas :
·         Pengetahuan guru akan internet rendah.
·         Uuntuk mengakses buku tersebut di internet sangat sulit
·         Sebagian sekolah di Indonesia tidak mempunyai computer dan layanan internet
·         Dengan menggunakan buku teks elektronik, para guru akan kehilangan komisi dalam membeli buku teks dari para penerbit.
5.KRITERIA EVALUASI
                       Untuk mengevaluasi diperlukan standar, tolok ukur atau kriteria buku teks. Tim evaluator menyusun standar tersebut akan menggunakan kriteria yang telah di susun oleh lembaga yang berwenang. Secara umum standar atau kriteria untuk mengevaluasi buku teks terdiri dari butir-butir sebagai berikut :
·         Pengarang buku
                          Pengarang buku teks merupakan referesi utama bagi evaluasi buku teks. Pengarang buku teks harus mempunyai latar belakang pendidikan atau pakar dalam  bidang ilmu isi buku teks. Pengarang juga harus mempunyai pengetahuan psikologi.
·         Isi
Menentukan kriteria isi buku teks tidak mudah karena banyak hal yang harus dipertimbangkan,  yaitu:  Bahasa penyajian, cakupan materi, kesetaraan jender.
                                                                                                                        7
·          Bahasan penyajian
            Pokok bahasan dan materi yang tepat hanya bermanfaat dan dapat dipahami siswa jika diuraikan  dengan bahasa yang dapat dipahami oleh para siswa. Oleh karena itu dalam kriteria juga dikemukakan kriteria bahasa yang dipergunakan. Bahasa yang dipergunakan ditentukan oleh tingkat kemampuan bahasa murid dan menggunakan bahasa stansdar.
·          Kriteria fisik buku
            Fisik buku harus memenuhi sejumlah kriteria antara lain:
a)    Kertas buku; kertas buku menetukan kualitas buku dan harga buku.
b)    Bentuk dan ukuran huruf,
c)    Ilustrasi, untuk menjelaskan uraian dengan bahasa,
d)    Penjilitan yang baik.
6.Proses Evaluasi
a). Desain evaluasi
Desain evaluasi kurikulum terdiri dari model evaluasi dan metode evalusi. Misalnya, metode evalusi dapat dipergunakan model evaluasi ketimpangan yang membandingkan antara kriteria buku teks dengan keadaan buku teks; atau model evaluasi konservatif dan kritik  yang menggunakan,  para pakar buku teks untuk menilai dan mengkritik buku yeks atau gabungan dari kedua model evaluasi tersebut, sedangkan metode penelitiannya dapat kuantitatif, kualitatif atau campuran.                                                                                                   8
b). sumber Informasi
Proposal evaluasi buku teks harus mengidentifiksi number informasi evaluasi yang antara lain terdiri dari:
*   Kepala sekolah, Jika objek evaluasi kurikulum suatu sekolah, kepala sekolah, kepalasekolah memimpin pelaksanaan proses evaluasi. Ia memimpin pelaksanaan kurikulum
       *    Guru bidang studi, yang melaksakan pembelajaran mata pelajaran tertentu dengan   mempergunakan buku teks. Ia mengetahui keunggulan dan kelemahan buku teks yang dipergunakannya.
*. Guru kurikulum, dewasa ini setiap sekolah mempunyai kurikulum yang bertugas membantu kepala sekolah dalam melaksakan kurikulum sekolah.
*. Murid, murid merupakan informasi penting bagi evaluasi buku teks. Informasi penting bagi evaluasi buku teks yaitu untuk mengetahui kesulitan dalam mempergunakan buku teks.
*. Orang tua murid. Para orang tua yang baik membimbing proses belajar anaknya di rumah. Mereka juga mempelajari buku teks dan mengobservasi perilaku anak dalam belajar dan perkembangan perilakunya secara umum.
*. Ilmuan, Buku teks berisi cabang ilmu tertentu dan isinya harus mencerminkan perkembangan ilmu masa kini. Untuk menilai isinya, perlu dibahas oleh pakar imu bidang tertentu.
                                                                                                                              9
*. Pakar perbukuan, pakar perbukuan diperlukan dalam evaluasi buku teks untuk menilai teknik pencetakan tipografi, ilustrasi,  dan penjilidan buku teks.
c). instrumen Evalusi
Pada prinsipnya semua instrument evaluasi yang telah dibahas diatas dapat dipergunakan untuk evaluasi buku teks. Akan tetapi, instrument yang banyak dipakai adalah: Kuesioner, wawancara, kelompok pokus, informan kunci dan penilaian pakar.
7. Saran
Berdasarkan pada kekurangan buku teks (khususnya BSE) yang ditemukan selama melakukan analisis, ada beberapa saran yang dapat diajukan.
1.  Pelajari kriteria-kriteria buku teks yang baik.
2. Pada saat menulis buku teks, jadikan kurikulum terbaru sebagai pola, materi apa saja yang akan dimuat di dalam buku.
3. Pelajari dan pahami dengan baik standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada di dalam kurikulum.
4. Tuliskan standar kompetensi, kompetensi dasar, juga indikator kedalam buku teks.
5. Persiapkan dengan matang bahan-bahan atau data yang akan dijadikan materi di dalam buku teks.
6. Dalam mendefinisikan sesuatu carilah referensi yang dapat dipercaya.
                                                                                                                                    7. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan sasaran pembaca.
8. Gunakan ilustrasi yang  mampu menarik minat siswa dan bisa memotivasi siswa.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Buku teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan diperguruan tinggi untuk menunjang suatu program pembelajaran. Dalam proses pembelajaran inilah buku teks memiliki peran yang sangat penting sebagai referensi yang digunakan siswa untuk mengoptimalkan potensi-potensinya. Oleh karena itu, perlu adanya pemilihan buku teks yang baik mana yang akan digunakan di dalam pembelajaran.
Ada sebelas kriteria buku teks yang baik seperti yang diungkapkan oleh Greene dan Petty yaitu sudut pandangan (point of view), kejelasan konsep, relevan dengan kurikulum, menarik minat, menumbuhkan motivasi, menstimulasi aktivitas siswa, ilustratif, komunikatif, menunjang mata pelajaran lain, menghargai perbedaan individu, dan memantapkan nilai-nilai.
Dalam penulisan buku teks bahasa Indonesia, ada empat aspek keterampilan yang tidak mungkin dilepas yaitu aspek keterampilan mendengarkan/menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Di dalam penganalisisan bab, banyak sekali ditemukan kekurangan di antaranya ialah tidak adanya standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator apa saja yang harus dicapai oleh siswa, ketidaksesuaian topik yang ditulis di buku teks dengan kurikulum. Ada beberapa kompetensi dasar yang sebenarnya ada di kurikulum namun di buku teks tidak ada.

                                                                                                                       

DAFTAR PUSTAKA

1.  Wirawan, Msl. Teori Evaluasi. Jakarta : rajawali 2012
5.  Porwanto.M.Ngalim, Prinsip-Prinsip Teknik Evalausi Pengajaran, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2000.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar